sosok yang benar-benar langka dimasa sekarang ini, dan tukul sendiri mengakui kalo dirinya sendiri adalah makhluk langka.
mungkin makna langka yang ada didiri tukul berbeda dengan makna langka yang ada dalam diriku.
di zaman sekarang ini, dimana orang - orang mengejar kekayaan untuk memoles dirinya untuk bisa tampil lebih keren, lebih macho, lebih tampan, lebih cantik, pokoknya semua-semua yang berbau lebih. sehingga ia di segani di komunitas dimana ia berada.
Sir tukul,
mister lain dari pada yang lain, seorang yang benar - benar tampil apa adanya. nrimo, ia sudah nrimo menjadi seorang yang miskin, ia nrimo pernah jadi keset orang - orang berada, dan sekarang ya di a nrimo menjadi orang kaya.
walaupun menjadi orang yang beruntung mendadak kaya, ia masih tetap pada fitrahnya, menjadi manusia. ndak moles sana - sini. tetap sebagai tukul apa adanya. tetap ndeso. dan yang menjadi ia langka adalah karena dimasa sekarang ini, masih ada orang yang mau mengakui kondisinya sendiri, bahkan ditambah dengan bumbu-bumu pengakuan yang 100 % membuat kita berpikir kenapa ia mau begitu.
sering ia mengolok-olok dirinya sendiri. dengan menyebut dirinya ndeso, menyebut dirinya (maaf) monyet, dan ia bersedia di olok-olok oleh orang lain. tapi bagi diri seorang Tukul, olok - olok itulah rezeki baginya. olok - olok itulah yang membuat dirinya di bayar mahal. olok - olok itulah yang membuat dirinya dihargai, dihormati dan diterima di masyarakat.
melihat tukul mengolok - olok dirinya, sepertinya kita mengaca pada diri tukul, sebenarnya kita pun sama dengannya, sebenarnya secara tak sadar, tukul telah mengolok - olok diri kita sendiri. kita tahu sedang di olok - olok oleh tukul, tapi kta dengan sadar maupun tidak, berat untuk mengakuinya. berat untuk bisa menjadi seperti tukul.
tukul…
orang kaya yang polos dan ndeso, tapi banyak pelajaran yang di dapat darinya…
so…
kembali ke laptop…
>Meulaboh ; 15 maret 2007<