pernahkah mendengar komentar seperti ini, ngapain sih kita demo untuk palestina, ngapain sih kita demo untuk negara lain, disini ada kita dah susah, ngapain lagi ngurusin negara orang lain.
kalo emang pernah dengar komentar seperti ini, berarti benar adanya bahwa kita sudah mulai menjadi bangsa yang egois.
ya memang negara kita juga sedang susah. negara kita juga sedang direpotkan dengan bencana alam yang bertubi - tubi. korupsi yang tiada pernah berakhir karena sudah menjadi budaya, maksiat dimana-mana, dan banyak lagi yang harus diperbaiki oleh kita sebagi warga negara bangsa ini.
tapi, pernahkah kita mendengar hal ini, bahwa kita sesama muslim adalah bersaudara, persaudaraan ini ibarat tubuh manusia. jika satu merasa sakit. maka yang lain juga akan merasakannya.
jadi, sepertinya Allah sedang memperlihatkan itu kepada kita sebagai umatnya yang mengatakan beriman kepadaNya. didalam ciptaan Allah yang bernama bumi ini yang sampai saat ini dipercaya berbentuk bulat, kita mempunyai saudara dibelahan yang lain. dan saat ini mereka sedang merasakan sakit yang lebih dari yang kita rasakan.sama seperti tubuh ini, jika gigi kita sakit maka yang lain juga akan merasakan sakit. tapi rasa sakit itu tidak separah yang dirasakan oleh gigi kita. begitu juga sekarang, saudara kita disana sedang dalam kondisi berpikir apakah akan hidup ata mati, berpikir dalam hitungan detik. setiap detik yang mereka lewati penuh dengan pertanyaan hidup atau mati. mereka tidak bisa senikmat kita ketika sedang makan, mereka tidak bisa senyenyak kita ketika kita tidur, mereka akan sulit untuk sekhusyuk kita (benarkah kita khusuk? jadi pertanyaan lagi deh. ganti aja deh, bukan khusyuk tapi tenang. tenang kan belum tentu khusyuk) ketika sedang beribadah.
kembali lagi ke gigi yang sakit. jika gigi sedang sakit, maka otak akan merespon untuk memerintahkan kepada organ yang lain agar segera mencari solusinya agar gigi tidak sakit lagi. begitu juga dengan kita, ada yang menjadi "otak" yang berpikir bagaimana caranya membuat organ lain mau bergerak menjadi pioneer dan volunteer untuk menyelesaikan masalah yang sekarang menimpa organ tubuh yang bernama persaudaraan islam ini?
menjadi pertanyaan, siapa yang menjadi "otak" untuk sekarang ini? kalo aku boleh menjawab, sepertinya yang menjadi "otak" sekarang ini adalah Allah SWT. karena sepertinya Allah lah yang memberikan peringatan kepada "organ" yang lain dengan sedikit di berikan rasa sakit dengan bencana dan musibah.
sekarang tinggal kita untuk meninggalkan ego kita, merasa diri yang lebih sakit dari yang lain sehingga merasa kitalah yang harus diobati bukan yang lain.
diakhir tulisan ini, diharapkan pembaca tidak pusing dan jatuh sakit karena membaca tulisan ini, karena ditakutkan akan memberi efek yang sama bagi penulis. sama seperti isi tulisan ini.
gimana pusing nggak?