Archive for August, 2006

Nekat

Sunday, August 27th, 2006

Negara ini negara nekat, pemimpinnya terlalu berani dan terlena, masyarakatnya pada gak sadar, membiarkan do’a - do’a mereka yang teraniaya karena ketidak pedulian kita meluncur deras dari mulutnya, terbang sampai ke pangkuan maha pengabul doa. dan lihatlah apa yang terjadi sekarang…apakah yang terjadi di negara ini semua karena do’a…

Ga Jelas

Sunday, August 27th, 2006

Selamat datang di negara yang gak jelas ini, namanya Indonesia.pengennya orang indonesia jadi pinter-pinter semua, tapi sistem pendidikan yang bisa buat orang indonesia jadi pinter - pinter malah ga jelas alias amburadul.pengenya negara indonesia menjadi negara makmur, tapi angka kemiskinan makin bertambah, orang cari makan di gusur, pengennya angka pengangguran berkurang, tapi lapangan kerja malah gak ada yang tercipta, andalannya PNS doang.Pengennya brantas korupsi, tapi koruptor malah bisa ongkang-ongkang kaki, yang dipenjara dapet remisi gede-gedean. negara gak jelas ini yang bernama indonesia terlalu banyak pengennya, tapi aksinya kagak ada, terlalu banyak mimpi (republik mimpi), terlalu tinggi cita-cita, NATO doang. negara yang gak jelas pengen dibawa ke mana. pengennya jadi apa kedepan. dan apa yang di usahakan. benar-benar negara yang nggak punya Visi dan Misi. tiap ganti pemimpin pasti ganti visi dan misi, emang visi - misi itu umurnya 5 tahun doang apa. Indonesia benar-benar negara yang terlalu banyak menuntut. sama seperti yang nulis ini > ;)

Sakit

Sunday, August 27th, 2006

pernahkah mendengar komentar seperti ini, ngapain sih kita demo untuk palestina, ngapain sih kita demo untuk negara lain, disini ada kita dah susah, ngapain lagi ngurusin negara orang lain.

kalo emang pernah dengar komentar seperti ini, berarti benar adanya bahwa kita sudah mulai menjadi bangsa yang egois.

ya memang negara kita juga sedang susah. negara kita juga sedang direpotkan dengan bencana alam yang bertubi - tubi. korupsi yang tiada pernah berakhir karena sudah menjadi budaya, maksiat dimana-mana, dan banyak lagi yang harus diperbaiki oleh kita sebagi warga negara bangsa ini.

tapi, pernahkah kita mendengar hal ini, bahwa kita sesama muslim adalah bersaudara, persaudaraan ini ibarat tubuh manusia. jika satu merasa sakit. maka yang lain juga akan merasakannya.

jadi, sepertinya Allah sedang memperlihatkan itu kepada kita sebagai umatnya yang mengatakan beriman kepadaNya. didalam ciptaan Allah yang bernama bumi ini yang sampai saat ini dipercaya berbentuk bulat, kita mempunyai saudara dibelahan yang lain. dan saat ini mereka sedang merasakan sakit yang lebih dari yang kita rasakan.sama seperti tubuh ini, jika gigi kita sakit maka yang lain juga akan merasakan sakit. tapi rasa sakit itu tidak separah yang dirasakan oleh gigi kita. begitu juga sekarang, saudara kita disana sedang dalam kondisi berpikir apakah akan hidup ata mati, berpikir dalam hitungan detik. setiap detik yang mereka lewati penuh dengan pertanyaan hidup atau mati. mereka tidak bisa senikmat kita ketika sedang makan, mereka tidak bisa senyenyak kita ketika kita tidur, mereka akan sulit untuk sekhusyuk kita (benarkah kita khusuk? jadi pertanyaan lagi deh. ganti aja deh, bukan khusyuk tapi tenang. tenang kan belum tentu khusyuk) ketika sedang beribadah.

kembali lagi ke gigi yang sakit. jika gigi sedang sakit, maka otak akan merespon untuk memerintahkan kepada organ yang lain agar segera mencari solusinya agar gigi tidak sakit lagi. begitu juga dengan kita, ada yang menjadi "otak" yang berpikir bagaimana caranya membuat organ lain mau bergerak menjadi pioneer dan volunteer untuk menyelesaikan masalah yang sekarang menimpa organ tubuh yang bernama persaudaraan islam ini?

menjadi pertanyaan, siapa yang menjadi "otak" untuk sekarang ini? kalo aku boleh menjawab, sepertinya yang menjadi "otak" sekarang ini adalah Allah SWT. karena sepertinya Allah lah yang memberikan peringatan kepada "organ" yang lain dengan sedikit di berikan rasa sakit dengan bencana dan musibah.

sekarang tinggal kita untuk meninggalkan ego kita, merasa diri yang lebih sakit dari yang lain sehingga merasa kitalah yang harus diobati bukan yang lain.

diakhir tulisan ini, diharapkan pembaca tidak pusing dan jatuh sakit karena membaca tulisan ini, karena ditakutkan akan memberi efek yang sama bagi penulis. sama seperti isi tulisan ini.

gimana pusing nggak?

Apa Yang Sudah Kamu Berikan Buat Negaramu

Sunday, August 27th, 2006

JANGAN BERTANYA APA YANG NEGARA BERIKAN KEPADAMU TAPI TANYAKAN APA YANG SUDAH KAMU BERIKAN UNTUK NEGARAMU.pertanyaan ini buat gw sendiri, so gw mo jawab sekarang, tapi gw urut dulu dari apa yang telah negara berikan ke gw.thanx negara, loe dah kasih gw makan, loe dah kasih gw pendidikan, loe dah kasih gw ilmu untuk masa depan, loe dah ijinkan gw tinggal di tanah loe sampe detik ini, thanx negara loe dah kasih gw banyak. and now, gw mo ngelist juga apa yang telah gw berikan buat negara gw sebagai balas budi. gw sudah lakukan…., nge…hm…apa ya. yang sudah gw berikan buat negara adalah….nge…hm…apa ya. ntar dulu gimana kalo gw mulai dari yang kecil kecil aja neh, hal kecil yang pernah gw berikan buat negara adalah….nge…nge…apa ya…aduh..apa ya yang dah gw berikan buat loe negara. gw telah ngelakuin…????tuing..tuing..oh ya pernah gw lakuin buat loe negara ada, gw baru ingat sekarang. yang gw lakukan buat loe negara sebagai balas budi  dari apa yang telah loe berikan ke gw adalah "ucapan terima kasih atas apa yang telah loe berikan ke gw, thanx negara".

kenapa Indonesia

Thursday, August 17th, 2006

kenapa kau pilih indonesia menjadi negaramu?

kenapa indonesia?

apakah karena keindahannya?

kurasa kalo itu alasanmu, masih banyka negara lain yang lebih indah dari indonesia

apakah karena kau lahir di Indonesia?

kalo itu alasannya, kurasa terlalu naif

apakah karena indonesia negara kaya?

kutanya padamu, apakah pernah kau merasakannya?

apakah karena keramahannya?

kalo itu alasannya, Indonesia sekarang sudah tak seramah dulu kawan.

Indonesia….

sobat kenapa masih indonesia,

negara yang katanya sudah 61 tahun merdeka

tapi kenapa sepertinya tidak merdeka

pernahkah kau mendengar tentang akan dibawa kemana indonesia

pernahkah kau mendengar

pemimpin kita, wakil kita di dewan

menargetkan dengan batas waktu yang jelas akan jadi apa Indonesia ?

sepertinya pernah…

tapi hanya janji

bukan bukti

jadi kenapa masih Indonesia negara kita?