Over The Edge

Pernah denger judul diatas gak? gw nyontek dari film animasinya bruce wilis.

film tentang hewan-hewan yang sudah kehabisan bahan makanan. dan mulai

tergusur dari habitat aslinya. intinya tentang hewan yang sedang berusaha

untuk tetap hidup.ada pesan dari tokoh utamanya yang meyentil nurani gw.

"Bagi manusia rasa cukup itu adalah tidak pernah merasa cukup".
kedengarannya sih sederhana. tapi kalo dipikir-pikir bener juga adanya. gw

bisa lihat disekitar gw (bahkan di diri gw sendiri) kalo emang terkadang

-bahkan sering- merasa seperti itu. selalu memandang ke atas, dan sangat

jarang melirik ke bawah. seperti pepatah besar pasak dari pada tiang.

terkadang gw punya mimpi-mimpi tipe orang memandang keatas, pengen punya

kamera digital EOS, pengen punya laptop, pengen punya rumah, pengen nikah

(he..he..he..kalo yang ini sih emang pengen tapi…)dan banyak pengen-pengen

yang lainnya. tapi gw terkadang jarang ngaca, emang loe punya duit berapa

men? masih miskin aja mikirnya dah seperti orang yang dah bermandikan uang

(emang paman gober). jadi malu sendiri euy…kapn ya gw sadar diri, jadi

orang yang mampu ngeliat ke bawah.

next topix
masih menyangkut dengan judul diatas. kalo loe-loe pade dah nonton tuh

film.mari kita bawa film itu ke dunia nyata, ke kehidupan kita sehari-hari.

ngerasa gak kalo tuh film kite banget. secara tak langsung kita seperti

disindir oleh film tersebut. sadar atau tidak, kita terkadang sering

membangun dinding pembatas antara diri kita dengan lingkungan sekitar kita.

kita sering merasa tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar kita.

coba deh cek, ada gak di sekitar kita yang hidupnya susah, pasti ada dan

terkadang kita gak sadar. gw dapet email dari teman gw, yang menegaskan kita

kalo emang kita tidak peduli. mungkin pernah baca cerita tentang seorang

profesor yang memberikan ulangan mendadak kepada para mahasiswanya.

pertanyaan terakhir dari soal ulangan tersebut adalah siapa nama depan

wanita yang menjadi petugas pembersih kampus kita? dan semua mahasiswa

tersebut menganggap pertanyaan itu hanyalah main-main belaka, di akhir 

ulangan ada yang bertanya mengenai soal terakhir itu dihitung atau tidak.

dan profesor terebut menjawab ya tentu saja dihitung.dengan tambahan dalam

perjalanan karir anda, anda akan berhubungan dengan banyak orang. dan semua

orang itu penting, jadi jangan sekalipun anda menganggap remeh seseorang.
so…bagaimana dengan kita, sudah mampukah kita mengikis "edge - edge" yang

ada disekitar kita

<Meulaboh; 25 November 2006 di Kantor Mercy Corps, sambil nunggu tiba waktu

kursus bahasa Inggris,kelas basic bo’>

Leave a Reply