Archive for March, 2007

Tukul

Thursday, March 15th, 2007

sosok yang benar-benar langka dimasa sekarang ini, dan tukul sendiri mengakui kalo dirinya sendiri adalah makhluk langka.

mungkin makna langka yang ada didiri tukul berbeda dengan makna langka yang ada dalam diriku.

di zaman sekarang ini, dimana orang - orang mengejar kekayaan untuk memoles dirinya untuk bisa tampil lebih keren, lebih macho, lebih tampan, lebih cantik, pokoknya semua-semua yang berbau lebih. sehingga ia di segani di komunitas dimana ia berada.

Sir tukul,
mister lain dari pada yang lain, seorang yang benar - benar tampil apa adanya. nrimo, ia sudah nrimo menjadi seorang yang miskin, ia nrimo pernah jadi keset orang - orang berada, dan sekarang ya di a nrimo menjadi orang kaya.

walaupun menjadi orang yang beruntung mendadak kaya, ia masih tetap pada fitrahnya, menjadi manusia. ndak moles sana - sini. tetap sebagai tukul apa adanya. tetap ndeso. dan yang menjadi ia langka adalah karena dimasa sekarang ini, masih ada orang yang mau mengakui kondisinya sendiri, bahkan ditambah dengan bumbu-bumu pengakuan yang 100 % membuat kita berpikir kenapa ia mau begitu.

sering ia mengolok-olok dirinya sendiri. dengan menyebut dirinya ndeso, menyebut dirinya (maaf) monyet, dan ia bersedia di olok-olok oleh orang lain. tapi bagi diri seorang Tukul, olok - olok itulah rezeki baginya. olok - olok itulah yang membuat dirinya di bayar mahal. olok - olok itulah yang membuat dirinya dihargai, dihormati dan diterima di masyarakat.

melihat tukul mengolok - olok dirinya, sepertinya kita mengaca pada diri tukul, sebenarnya kita pun sama dengannya, sebenarnya secara tak sadar, tukul telah mengolok - olok diri kita sendiri. kita tahu sedang di olok - olok oleh tukul, tapi kta dengan sadar maupun tidak, berat untuk mengakuinya. berat untuk bisa menjadi seperti tukul.

tukul…
orang kaya yang polos dan ndeso, tapi banyak pelajaran yang di dapat darinya…

so…
kembali ke laptop…

>Meulaboh ; 15 maret 2007<

Pisah

Thursday, March 15th, 2007

jika saja kita bisa menganggap setiap perpisahan seperti melihat kesamping ketika kita sedang berkendaraan. melihat setiap pemandangan dari balik jendela, takjub sebentar dan sudah. tanpa rasa yang menempel, hanya setitik memori saja.
namun, sepertinya hal itu seperti mustahil terjadi. setiap perpisahan tentu menyisakan ingatan akan setiap pertemuan yang terjadi. semakin intens kita bertemu, semakin kuat ingatan tersebut menempel.
dan masing - masing manusia mempunyai caranya masing - masing dalam menyalurkan setiap ingatan masa lalunya tersebut. ada yang dibawa kedalam kesedihan, ada yang membiarkan saja terpendam kedalam tumpukan memori dan ada juga yang sampai menyimpannya di dalam hati.
namun ada juga yang menjadikannya sesuatu yang berguna bagi dirinya, ya…dengan membuat sesuatu yang kreatif akan kenangan masa lalunya tersebut. seperti membuatkan sebuah puisi, lagu atau hal yang lainnya. ia menyalurkan ke dalam bait - bait yang mengalir. mengabarkan kepada dunia tentang kenangan yang ada pada dirinya.

langkah, rezeki, pertemuan, maut sudah ada yang mengatur. kita hanya mejalani dan menerimanya saya. namun tidak dengan lurus-lurus saja. kita di beri kesempatan untuk berpartisipasi dalam menentukan ke-4 ketentuan di atas. kita punya hak dalam memilih. dan setiap pilihan kita sudah ada jalur hikmahnya.

ya…begitulah kehidupan. silih berganti pemandangan yang kita lihat. persis seperti melihat pemandangan dari balik jendela mobil yang sedang melaju.

<Meulaboh; 15 maret 2007>

Negeri Instant

Thursday, March 15th, 2007

sepertinya negara kita sedang menuju ke cita-cita baru sebuah negara. cita-cita menjadikan semuanya serba instan. serba simsalabim abrakadabra…bush, jadi! negeri Kun fa yakun. dan itu berada di semua level dari level yang paling atas (pemerintahan) sampai level yang paling bawah (level ini yang saya gak bisa menjelaskannya seperti apa). ndak percaya ? (udah deh percaya aja, biar saya ndak cape nulis lagi. he…he..he…pasti yang baca tulisan ini mikirnya terserah loe, mo nulis mo kagak, ndak ngaruh). lihat saja, di level atas, setiap kebijakan yang di buat, setiap kebijakan yang diterapkan sepertinya tidak memiliki visi yang jelas. sepertinya kebijakan yang dibuat seperti orang yang sedang menebak-nebak batu mana yang harus ia pijak supaya ia tidak terjatuh ke dalam air. instan banget. dilayar televisi, mereka memberi hiburan hiburan yang serba instan, menjadi kaya secara instan, dan lain sebagainya yang serba instan. sampe sampe iklan - iklan pun menawarkan hal - hal yang instan. contohnya ya mie instan (he..he..he…, ndak ada hubungannya bro). sampe - sampe penulis pun mengharapkan penciptaan kemakmuran negeri ini kalo bisa dibuat secara instan juga. jadi gw bisa ngerasain makmur sekarang. ndak peduli generasi gw kedepan. yang penting gw yang sekarang hidup makmur en nikmat. gimana tuh? pikirannya kok kotor banget ya? mungkin itu juga pikiran sebagian besar masyarakat kita. namun masih lebih besar lagi masyarakat kita yang memiliki pikiran yang tidak instan. masih banyak masyarakat kita yang memiliki visi menanam pohon kelapa. walaupun bukan ia yang menuai hasil, biarlah cucu-cucunya yang merasakan hasil dari apa yang ia tanam. namun sayang, untuk saat ini mereka belum saatnya tampil. untuk saat ini yang berjaya adalah mereka yang berpikiran instan. Hidup negeri Instan… jayalah mie instan… he..he,,,he…

}Meulaboh ; 15 maret 2007{

Fenomena Mimpi

Thursday, March 15th, 2007

Guru les bahasa inggrisku pernah bertanya, apakah benar Indonesia itu miskin ? dan pertanyaan itu masih menggantung di dalam benak ini, benarkah kita miskin, atau hanya pura - pura miskin, atau Indonesia ini seperti OKB (Orang Kaya  baru), yang kaget mengetahui dirinya bisa kaya, dan menghamburkan hartanya kemana-mana, dan lupa kalo harta tersebut bakalan habis. dan kalo emang beneran kita ini adalah negara OKB, kok lama banget ya sadarnya. kan kita dah lebih dari 50 tahun merdeka. tapi kenapa kita gak sadar - sadar kalo kita ini harusnya sudah mulai memanage semua harta yang ada pada diri kita.

dan apakah benar kita adalah negara yang gak pede. buktinya ada pernyataan petinggi kita yang mengatakan kita masih belum mapu mengolah sendiri Sumber Daya Alam yang ada di negeri kita. kita masih butuh negara lain yang mengolah SDA kita, dan negara kita tinggal menikmati hasilnya saja.

apakah benar kalo kita ini benar-benar benar? atau apakah salah kalo kita  salah-salah merasa dirinya benar.

nah, makn ngaco kan tulisannya.hal ini terjadi karena, otak dah buntu nafsu nulis mash menggebu-gebu, so..jadi tak menentu, apa yang mau di tulis itu.
ah, sudahlah tu..

Sudut pandang

Monday, March 12th, 2007

terkadang kita menilai sesuatu hanya dari beberapa sudt saja. dan lebih naifnya lagi, kita memandang sesuatu itu hanya dari satu sudut pandang saja. akan tetapi, hampir semua manusia melakukan hal tersebut, termasuk yang menulis tulisan ini. tentu menjadi pertanyaan, apakah itu memang sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia. atau masih bisa dilatih lagi untuk memandang sudut-sudut yang lainnya.

secara ilmiah, kita mempunyai 360 sudut untuk dipandang. walopun yang terkenal hanya sudut 45, 90, 180, 270, 360. padahal masih banyak sudut-sudut yang lainnya. tapi kita jarang memakainya. sudut - sudut yang terkenal pun masih bisa dipecahkan lagi menajdi beberapa sudut pemikiran. contoh cos 45, sin 90, tgn 180. de el el deh pokonya.

kembali ke PDA…

karya ilmiah diatas, tentunya ditulis bukan bermaksud untuk membuat anda-anda yang membaca tulisan ini menjadi pusing dan merasa yang menulis ini sok ilmiah. tapi ya emang gitu niatnya menulis yang diatas tadi he..he..he…

tapi…but…

sekedar mengingatkan, untuk diri sendiri neh, tapi kalo ngaruh buat yang lain ya alhamdulillah.

ada baiknya menilai sesuatu itu selalu melihat sudut pandang yang lain, dan selalu bertanya mengapa? terdengar basi emang. tapi sebasi-basinya kita belum pernah merasakan dengan sempurna bagaimana rasa mereka yang mampu melihat dari banyak sudut.

tul gak…

seperti sekarang ini

tulisan ini terputus sampe disini…

kenapa coba…

<dair komputer JOPA 13 maret 2007 13.00 WIB>

akhirnya

Monday, March 12th, 2007

in the end -akhirnya-, duniaku kembali lagi, telah lama kunanti aktifnya Blog ini. dah banyak yang terpendam dan kemudian sirna begitu saja darai hati dan coretan tangan tiada arti (apa coba…sok puitis loe).

tulisan diatas menggambarkan betapa gembiranya hati ini dengan hidupnya kembali blog ku yang mati suri ini.

ok…kembali ke laptop…

sekarang gado-gado apa yang mau kutumpahkan disini? sepertinya tidak ada untuk hari ini. mungkin tulisan ini hanya untuk mengatakan.

welcome back my blog…