Negeri Instant

sepertinya negara kita sedang menuju ke cita-cita baru sebuah negara. cita-cita menjadikan semuanya serba instan. serba simsalabim abrakadabra…bush, jadi! negeri Kun fa yakun. dan itu berada di semua level dari level yang paling atas (pemerintahan) sampai level yang paling bawah (level ini yang saya gak bisa menjelaskannya seperti apa). ndak percaya ? (udah deh percaya aja, biar saya ndak cape nulis lagi. he…he..he…pasti yang baca tulisan ini mikirnya terserah loe, mo nulis mo kagak, ndak ngaruh). lihat saja, di level atas, setiap kebijakan yang di buat, setiap kebijakan yang diterapkan sepertinya tidak memiliki visi yang jelas. sepertinya kebijakan yang dibuat seperti orang yang sedang menebak-nebak batu mana yang harus ia pijak supaya ia tidak terjatuh ke dalam air. instan banget. dilayar televisi, mereka memberi hiburan hiburan yang serba instan, menjadi kaya secara instan, dan lain sebagainya yang serba instan. sampe sampe iklan - iklan pun menawarkan hal - hal yang instan. contohnya ya mie instan (he..he..he…, ndak ada hubungannya bro). sampe - sampe penulis pun mengharapkan penciptaan kemakmuran negeri ini kalo bisa dibuat secara instan juga. jadi gw bisa ngerasain makmur sekarang. ndak peduli generasi gw kedepan. yang penting gw yang sekarang hidup makmur en nikmat. gimana tuh? pikirannya kok kotor banget ya? mungkin itu juga pikiran sebagian besar masyarakat kita. namun masih lebih besar lagi masyarakat kita yang memiliki pikiran yang tidak instan. masih banyak masyarakat kita yang memiliki visi menanam pohon kelapa. walaupun bukan ia yang menuai hasil, biarlah cucu-cucunya yang merasakan hasil dari apa yang ia tanam. namun sayang, untuk saat ini mereka belum saatnya tampil. untuk saat ini yang berjaya adalah mereka yang berpikiran instan. Hidup negeri Instan… jayalah mie instan… he..he,,,he…

}Meulaboh ; 15 maret 2007{

Leave a Reply