Pisah

March 15th, 2007 by thebigdedy

jika saja kita bisa menganggap setiap perpisahan seperti melihat kesamping ketika kita sedang berkendaraan. melihat setiap pemandangan dari balik jendela, takjub sebentar dan sudah. tanpa rasa yang menempel, hanya setitik memori saja.
namun, sepertinya hal itu seperti mustahil terjadi. setiap perpisahan tentu menyisakan ingatan akan setiap pertemuan yang terjadi. semakin intens kita bertemu, semakin kuat ingatan tersebut menempel.
dan masing - masing manusia mempunyai caranya masing - masing dalam menyalurkan setiap ingatan masa lalunya tersebut. ada yang dibawa kedalam kesedihan, ada yang membiarkan saja terpendam kedalam tumpukan memori dan ada juga yang sampai menyimpannya di dalam hati.
namun ada juga yang menjadikannya sesuatu yang berguna bagi dirinya, ya…dengan membuat sesuatu yang kreatif akan kenangan masa lalunya tersebut. seperti membuatkan sebuah puisi, lagu atau hal yang lainnya. ia menyalurkan ke dalam bait - bait yang mengalir. mengabarkan kepada dunia tentang kenangan yang ada pada dirinya.

langkah, rezeki, pertemuan, maut sudah ada yang mengatur. kita hanya mejalani dan menerimanya saya. namun tidak dengan lurus-lurus saja. kita di beri kesempatan untuk berpartisipasi dalam menentukan ke-4 ketentuan di atas. kita punya hak dalam memilih. dan setiap pilihan kita sudah ada jalur hikmahnya.

ya…begitulah kehidupan. silih berganti pemandangan yang kita lihat. persis seperti melihat pemandangan dari balik jendela mobil yang sedang melaju.

<Meulaboh; 15 maret 2007>

Negeri Instant

March 15th, 2007 by thebigdedy

sepertinya negara kita sedang menuju ke cita-cita baru sebuah negara. cita-cita menjadikan semuanya serba instan. serba simsalabim abrakadabra…bush, jadi! negeri Kun fa yakun. dan itu berada di semua level dari level yang paling atas (pemerintahan) sampai level yang paling bawah (level ini yang saya gak bisa menjelaskannya seperti apa). ndak percaya ? (udah deh percaya aja, biar saya ndak cape nulis lagi. he…he..he…pasti yang baca tulisan ini mikirnya terserah loe, mo nulis mo kagak, ndak ngaruh). lihat saja, di level atas, setiap kebijakan yang di buat, setiap kebijakan yang diterapkan sepertinya tidak memiliki visi yang jelas. sepertinya kebijakan yang dibuat seperti orang yang sedang menebak-nebak batu mana yang harus ia pijak supaya ia tidak terjatuh ke dalam air. instan banget. dilayar televisi, mereka memberi hiburan hiburan yang serba instan, menjadi kaya secara instan, dan lain sebagainya yang serba instan. sampe sampe iklan - iklan pun menawarkan hal - hal yang instan. contohnya ya mie instan (he..he..he…, ndak ada hubungannya bro). sampe - sampe penulis pun mengharapkan penciptaan kemakmuran negeri ini kalo bisa dibuat secara instan juga. jadi gw bisa ngerasain makmur sekarang. ndak peduli generasi gw kedepan. yang penting gw yang sekarang hidup makmur en nikmat. gimana tuh? pikirannya kok kotor banget ya? mungkin itu juga pikiran sebagian besar masyarakat kita. namun masih lebih besar lagi masyarakat kita yang memiliki pikiran yang tidak instan. masih banyak masyarakat kita yang memiliki visi menanam pohon kelapa. walaupun bukan ia yang menuai hasil, biarlah cucu-cucunya yang merasakan hasil dari apa yang ia tanam. namun sayang, untuk saat ini mereka belum saatnya tampil. untuk saat ini yang berjaya adalah mereka yang berpikiran instan. Hidup negeri Instan… jayalah mie instan… he..he,,,he…

}Meulaboh ; 15 maret 2007{

Fenomena Mimpi

March 15th, 2007 by thebigdedy

Guru les bahasa inggrisku pernah bertanya, apakah benar Indonesia itu miskin ? dan pertanyaan itu masih menggantung di dalam benak ini, benarkah kita miskin, atau hanya pura - pura miskin, atau Indonesia ini seperti OKB (Orang Kaya  baru), yang kaget mengetahui dirinya bisa kaya, dan menghamburkan hartanya kemana-mana, dan lupa kalo harta tersebut bakalan habis. dan kalo emang beneran kita ini adalah negara OKB, kok lama banget ya sadarnya. kan kita dah lebih dari 50 tahun merdeka. tapi kenapa kita gak sadar - sadar kalo kita ini harusnya sudah mulai memanage semua harta yang ada pada diri kita.

dan apakah benar kita adalah negara yang gak pede. buktinya ada pernyataan petinggi kita yang mengatakan kita masih belum mapu mengolah sendiri Sumber Daya Alam yang ada di negeri kita. kita masih butuh negara lain yang mengolah SDA kita, dan negara kita tinggal menikmati hasilnya saja.

apakah benar kalo kita ini benar-benar benar? atau apakah salah kalo kita  salah-salah merasa dirinya benar.

nah, makn ngaco kan tulisannya.hal ini terjadi karena, otak dah buntu nafsu nulis mash menggebu-gebu, so..jadi tak menentu, apa yang mau di tulis itu.
ah, sudahlah tu..

Sudut pandang

March 12th, 2007 by thebigdedy

terkadang kita menilai sesuatu hanya dari beberapa sudt saja. dan lebih naifnya lagi, kita memandang sesuatu itu hanya dari satu sudut pandang saja. akan tetapi, hampir semua manusia melakukan hal tersebut, termasuk yang menulis tulisan ini. tentu menjadi pertanyaan, apakah itu memang sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia. atau masih bisa dilatih lagi untuk memandang sudut-sudut yang lainnya.

secara ilmiah, kita mempunyai 360 sudut untuk dipandang. walopun yang terkenal hanya sudut 45, 90, 180, 270, 360. padahal masih banyak sudut-sudut yang lainnya. tapi kita jarang memakainya. sudut - sudut yang terkenal pun masih bisa dipecahkan lagi menajdi beberapa sudut pemikiran. contoh cos 45, sin 90, tgn 180. de el el deh pokonya.

kembali ke PDA…

karya ilmiah diatas, tentunya ditulis bukan bermaksud untuk membuat anda-anda yang membaca tulisan ini menjadi pusing dan merasa yang menulis ini sok ilmiah. tapi ya emang gitu niatnya menulis yang diatas tadi he..he..he…

tapi…but…

sekedar mengingatkan, untuk diri sendiri neh, tapi kalo ngaruh buat yang lain ya alhamdulillah.

ada baiknya menilai sesuatu itu selalu melihat sudut pandang yang lain, dan selalu bertanya mengapa? terdengar basi emang. tapi sebasi-basinya kita belum pernah merasakan dengan sempurna bagaimana rasa mereka yang mampu melihat dari banyak sudut.

tul gak…

seperti sekarang ini

tulisan ini terputus sampe disini…

kenapa coba…

<dair komputer JOPA 13 maret 2007 13.00 WIB>

akhirnya

March 12th, 2007 by thebigdedy

in the end -akhirnya-, duniaku kembali lagi, telah lama kunanti aktifnya Blog ini. dah banyak yang terpendam dan kemudian sirna begitu saja darai hati dan coretan tangan tiada arti (apa coba…sok puitis loe).

tulisan diatas menggambarkan betapa gembiranya hati ini dengan hidupnya kembali blog ku yang mati suri ini.

ok…kembali ke laptop…

sekarang gado-gado apa yang mau kutumpahkan disini? sepertinya tidak ada untuk hari ini. mungkin tulisan ini hanya untuk mengatakan.

welcome back my blog…

be a leader

December 22nd, 2006 by thebigdedy

leader is tahu :

apa dan siapa yang dia pimpin

apa dan siapa yang dia jaga

dan

membutuhkan apakah apa dan siapa yang dia pimpin ?

leader is tidak boleh

arogan

sombong

gampang marah

dan

ndak tahu kerjaan, he…he..he…

so..

are kamu a leader?

back to nanggroe kito..Indonesia

who’s leader?

Presiden !?

so what pak presiden must perbuat ?

1. cari know Indonesia keseluruhan membutuhkan apa ?

selanjutnya…

pak Presiden bisa melanjutkan ke tahap yang lebih teknis…

dan itu bukan saya yang mikir…

tapi team ahli dari bapak Presiden…tul gak pak?

selanjutnya….

apa yang harus kita lakukan…

1. nonton

2. komentar

3. kalo kinerjanya bagus, kita diem aja sambilan sedikit muji. dan  kalo kinerjanya buruk, bikin komentar yang jelek-jelek. dan Demo

Nah loh…

<Meulaboh 23 12 2006, from Ella’s computer (again!)>

today i’m fall baby…

December 22nd, 2006 by thebigdedy

ku pikir semua berjalan dengan baik dan lancar…

kupikir semua sudah terselesaikan….

dengan kemampuan yang kupunya,

kupikir semua sudah beres

ternyata…

masih terpendam sekian banyak masalah

masih terpendam sekian banyak gunung es

hak orang tak terbayar, sedangkan kewajiban mesti dilakukan

menganggap semua sudah terlaksana

tapi apa daya

sebagai manusia(yang terkadang duka sombong),

merasa dunia sudah di genggaman

tapi semut yang mati tidak diketahui…

today i’m fall baby…

hari ini, aku telah menggilas hak seseorang…

kewajiban sudah terlunasi..hak sedikitpun belum di beri…

sekarang tinggal

menyesali dan mencari solusi…

terima kasih…

<dedy, dari komputernya Ella 23 12 06>

Over The Edge

November 24th, 2006 by thebigdedy

Pernah denger judul diatas gak? gw nyontek dari film animasinya bruce wilis.

film tentang hewan-hewan yang sudah kehabisan bahan makanan. dan mulai

tergusur dari habitat aslinya. intinya tentang hewan yang sedang berusaha

untuk tetap hidup.ada pesan dari tokoh utamanya yang meyentil nurani gw.

"Bagi manusia rasa cukup itu adalah tidak pernah merasa cukup".
kedengarannya sih sederhana. tapi kalo dipikir-pikir bener juga adanya. gw

bisa lihat disekitar gw (bahkan di diri gw sendiri) kalo emang terkadang

-bahkan sering- merasa seperti itu. selalu memandang ke atas, dan sangat

jarang melirik ke bawah. seperti pepatah besar pasak dari pada tiang.

terkadang gw punya mimpi-mimpi tipe orang memandang keatas, pengen punya

kamera digital EOS, pengen punya laptop, pengen punya rumah, pengen nikah

(he..he..he..kalo yang ini sih emang pengen tapi…)dan banyak pengen-pengen

yang lainnya. tapi gw terkadang jarang ngaca, emang loe punya duit berapa

men? masih miskin aja mikirnya dah seperti orang yang dah bermandikan uang

(emang paman gober). jadi malu sendiri euy…kapn ya gw sadar diri, jadi

orang yang mampu ngeliat ke bawah.

next topix
masih menyangkut dengan judul diatas. kalo loe-loe pade dah nonton tuh

film.mari kita bawa film itu ke dunia nyata, ke kehidupan kita sehari-hari.

ngerasa gak kalo tuh film kite banget. secara tak langsung kita seperti

disindir oleh film tersebut. sadar atau tidak, kita terkadang sering

membangun dinding pembatas antara diri kita dengan lingkungan sekitar kita.

kita sering merasa tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar kita.

coba deh cek, ada gak di sekitar kita yang hidupnya susah, pasti ada dan

terkadang kita gak sadar. gw dapet email dari teman gw, yang menegaskan kita

kalo emang kita tidak peduli. mungkin pernah baca cerita tentang seorang

profesor yang memberikan ulangan mendadak kepada para mahasiswanya.

pertanyaan terakhir dari soal ulangan tersebut adalah siapa nama depan

wanita yang menjadi petugas pembersih kampus kita? dan semua mahasiswa

tersebut menganggap pertanyaan itu hanyalah main-main belaka, di akhir 

ulangan ada yang bertanya mengenai soal terakhir itu dihitung atau tidak.

dan profesor terebut menjawab ya tentu saja dihitung.dengan tambahan dalam

perjalanan karir anda, anda akan berhubungan dengan banyak orang. dan semua

orang itu penting, jadi jangan sekalipun anda menganggap remeh seseorang.
so…bagaimana dengan kita, sudah mampukah kita mengikis "edge - edge" yang

ada disekitar kita

<Meulaboh; 25 November 2006 di Kantor Mercy Corps, sambil nunggu tiba waktu

kursus bahasa Inggris,kelas basic bo’>

Masuk Pagi

November 21st, 2006 by thebigdedy

hari ini sekali-kalinye gw masuk paghe. jam 6 paghe bo’. di Meulaboh jam enam masih gelep gupita euy. ini demi berjalannya program yang sedang Mercy jalankan. ganx gw di mercy seksi kesehatan sedang melakukan penelitian tentang tingkat infeksi cacing pada siswa SD kelas 1 dan 2 di daerah kuala. programnya bagus banget men, nanti hasilnya akan dapat menentukan langkah kita selanjutnya bagaimana terhadap mereka. dan itu akan menjadi gambaran seberapa besar siswa kelas 1 dan 2 yang cacingan. karena cacing sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan seorang anak. jadi kalo nggak kita cegah dari sekarang kapan laghe. tul gak?

OK

selesai cerita tentang cacing mencacing dan sekarang gw mo cerita tentang Kuala. tempat ganx gw ngadain penelitian. berhubung gw ada ikutan surveynya (walopun sebentar), gw miris juga melihat sodare-sodare gw yang di kuala. dah daerahnya terpencil, kagak ada sinyal (apa lagi flexi), sekolahnya jauh-jauh, basis GAM, kagak ada puskesmas (ada yang gw tanyain, kalo sakit gimana pak? die jawabnya ya udah pak, mati aja deh). dan akibat status militer kemarin, siswa kelas satu dan dua di 2 sekolah membludak, kelas satunya ada 150 orang (bayangkan men). dengan siswa segitu banyak, jumlah gurunya bisa di hitung dengan jare-jare…

pikir punya pikir. ternyata gw masih beruntung banget ye, mereka dengan kondisi seperti itu masih bisa tersenyum, masih punya semangat untuk terus menjadi lebih maju dari sebelumnya, dan salut juga sama pengabdian tuh guru guru men. gw ketemu dengan satu kepala sekolah sd LKJ (lhueng keubee Jagat), orangnya ramah banget. dengan kondisi pas-pasan beliau berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi tamunya (keren gak tuh).

bingung gw ngeliat kondisi siga gitu euy. gw kagak bis abantu nenaonan. paling cuma bisa berbagi seperti ini ajha.

ya supaya yang baca ini minimal tahu lah kondisi nanggroe kita.

masih banyak gunung es-nya men…

<Meulaboh; 22 November 2006 di Kantor Mercy Corps tercinta>

Masuk Pagi

November 21st, 2006 by thebigdedy

hari ini sekali-kalinye gw masuk paghe. jam 6 paghe bo’. di Meulaboh jam enam masih gelep gupita euy. ini demi berjalannya program yang sedang Mercy jalankan. ganx gw di mercy seksi kesehatan sedang melakukan penelitian tentang tingkat infeksi cacing pada siswa SD kelas 1 dan 2 di daerah kuala. programnya bagus banget men, nanti hasilnya akan dapat menentukan langkah kita selanjutnya bagaimana terhadap mereka. dan itu akan menjadi gambaran seberapa besar siswa kelas 1 dan 2 yang cacingan. karena cacing sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan seorang anak. jadi kalo nggak kita cegah dari sekarang kapan laghe. tul gak?

OK

selesai cerita tentang cacing mencacing dan sekarang gw mo cerita tentang Kuala. tempat ganx gw ngadain penelitian. berhubung gw ada ikutan surveynya (walopun sebentar), gw miris juga melihat sodare-sodare gw yang di kuala. dah daerahnya terpencil, kagak ada sinyal (apa lagi flexi), sekolahnya jauh-jauh, basis GAM, kagak ada puskesmas (ada yang gw tanyain, kalo sakit gimana pak? die jawabnya ya udah pak, mati aja deh). dan akibat status militer kemarin, siswa kelas satu dan dua di 2 sekolah membludak, kelas satunya ada 150 orang (bayangkan men). dengan siswa segitu banyak, jumlah gurunya bisa di hitung dengan jare-jare…

pikir punya pikir. ternyata gw masih beruntung banget ye, mereka dengan kondisi seperti itu masih bisa tersenyum, masih punya semangat untuk terus menjadi lebih maju dari sebelumnya, dan salut juga sama pengabdian tuh guru guru men. gw ketemu dengan satu kepala sekolah sd LKJ (lhueng keubee Jagat), orangnya ramah banget. dengan kondisi pas-pasan beliau berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi tamunya (keren gak tuh).

bingung gw ngeliat kondisi siga gitu euy. gw kagak bis abantu nenaonan. paling cuma bisa berbagi seperti ini ajha.

ya supaya yang baca ini minimal tahu lah kondisi nanggroe kita.

masih banyak gunung es-nya men…